JAKARTA - Episode terbaru MasterChef Indonesia kembali menghadirkan ketegangan tanpa henti. Offsite Challenge yang seharusnya menjadi ajang pembuktian justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Tim Merah. Kekalahan mereka membuat satu keputusan berat tak terelakkan masuk ke Pressure Test.
Namun drama belum berhenti di situ. Sebelum memasuki Pressure Test, Tim Merah dihadapkan pada momen paling emosional sepanjang kompetisi. Mereka harus men-spike tiga teman mereka sendiri, sebuah keputusan yang bukan hanya menguji strategi, tetapi juga hubungan dan solidaritas antar kontestan. Siapakah tiga nama yang paling banyak di-spike? Pilihan ini jelas meninggalkan ketegangan dan air mata di galeri.
Kekecewaan juga datang dari tiga juri. Mereka tampak marah dan kesal melihat banyaknya kesalahan fatal yang dilakukan Tim Merah saat Offsite Challenge. Mulai dari miskomunikasi, eksekusi yang kurang matang, hingga keputusan yang tidak tepat, semuanya membuat juri menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar memasak, melainkan soal disiplin, fokus, dan kerja tim.
Tekanan semakin terasa ketika satu per satu kontestan Tim Merah memasuki area Pressure Test dengan ekspresi tegang. Kesalahan kecil tak lagi bisa ditoleransi, karena satu keputusan saja dapat menentukan siapa yang harus mengakhiri perjalanan di MasterChef Indonesia.
Masuk ke Pressure Test, tantangan tak kalah berat sudah menanti. Tiga cloche telah disiapkan, masing-masing berisi quinoa, millet, dan barley. Bahan-bahan yang jarang digunakan ini menuntut kreativitas dan teknik tinggi. Setiap kontestan harus menyajikan menu main course terbaik mereka, membuktikan bahwa mereka layak bertahan di galeri MasterChef Indonesia.