2. Serat Larut dan Tidak Larut Punya Peran Berbeda
Dalam alpukat terdapat dua jenis serat, yakni serat larut (sekitar 30%) yang larut dalam air dan membantu memperlambat proses pencernaan sehingga asupan energi menjadi lebih stabil. Selain itu, terdapat pula serat tidak larut (sekitar 70%) yang berfungsi menambah volume tinja dan membantu menjaga ritme usus yang sehat.
Kombinasi kedua jenis serat ini membuat alpukat efektif dalam menunjang proses pencernaan dari berbagai sisi.
3. Serat Alpukat Berperan sebagai Prebiotik
Selain serat larut dan tidak larut, alpukat juga mengandung prebiotik, yaitu serat khusus yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Salah satunya adalah pektin, jenis serat larut yang membantu menyuburkan bakteri baik di mikrobioma usus, sehingga menjaga keseimbangan mikroba yang mendukung fungsi pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.
Konsumsi alpukat setiap hari selama beberapa minggu terbukti dapat meningkatkan jumlah bakteri usus yang berperan penting dalam pencernaan dan metabolisme, terutama pada orang dewasa. Selain serat, alpukat juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung serta nutrisi penting seperti folat, kalium, serta vitamin K, E, dan C yang berkontribusi terhadap kesehatan secara menyeluruh.
Lemak sehat ini juga membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi lain dari makanan yang dikonsumsi bersamaan.
(Rani Hardjanti)