Wanita yang akrab disapa Teh Happy inj menjelaskan beberapa koleksi perhiasan seperti bross, anting dan cincin memiliki ukiran yang menggabungkan wastra dan budaya Indonesia. Keseleruhannya juga memiliki makna dan filosofi mendalam yang lahir dari karya tangan para pengrajin lokal.
“Mereka menciptakan motif itu adalah seperti puisi, puisi yang hidup di dalam bentuk fisik. Apa cerita yang ada disampaikan misalnya tentang bagaimana keseimbangan manusia dengan alam,” tambahnya.
Dalam kolaborasi ini, Tulola dan para perajin Taro menghadirkan koleksi bros bertema identitas, sebuah rangkaian motif yang mewakili ratusan simbol tradisi Bali, di antaranya Patra Bali. Mandala, Sampian, Karang Daun dan Lembu yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan Desa Taro.
(Rani Hardjanti)