Anita Membuat Utasan di Threads
Pemilik tumbler bernama Anita mengungkap cerita di media sosial. Ia menjelaskan kronologi saat tas atau cooler bag tertinggal di bagasi KRL.
"Hari Senin pulang kerja aku naik commuter line St. Tanah Abang - Rangkas Bitung sekitar pukul 19.00. Aku turun di St. Rawa Buntu sekitar pukul 19.40. Setelah turun aku baru tersadar cooler bag ku tertinggal di bagasi commuter line," tulis Anita.
Anita menjelaskan bahwa dirinya langsung menghubungi petugas KAI untuk mengamankan barang yang tertinggal. Menurut pengakuannya, cooler bag tersebut berisi botol minum atau tumbler miliknya.
Diamankan Pihak KAI
Cooler bag berisi tumbler itu kemudian diamankan pihak keamanan dan diserahkan kepada petugas KAI. Namun saat Anita hendak mengambil tas tersebut, ia terkejut karena botol minumnya tidak ada di dalamnya.
Anita berjanji agar botol minumnya dikembalikan. Petugas KAI berusaha mencari jalan tengah dengan menawarkan pendampingan untuk melihat rekaman CCTV. Mereka menjelaskan bahwa pembukaan rekaman memerlukan prosedur dan perizinan.
Petugas KAI Siap Mengganti
Berusaha mencapai titik terang, petugas KAI tersebut mengaku siap mengganti botol minum yang hilang. Bahkan petugas itu bersedia membeli tumbler seharga Rp300 ribu.
Diviralkan hingga Terancam Dipecat
Alih-alih masalah selesai, nasib pekerjaan petugas KAI justru berada di ujung tanduk. Anita memutuskan memviralkan cerita hilangnya tumbler tersebut di media sosial. Cerita itu kemudian berdampak pada petugas yang dianggap lalai saat mengamankan barang penumpang.
Beredar pula percakapan antara petugas KAI dan suami Anita, di mana petugas mengaku pekerjaannya terancam hilang akibat unggahan Threads tersebut.
Namun, pihak KAI memberikan pernyataan bahwa tidak ada pemecatan terhadap karyawan yang dimaksud.
Kisah hilangnya tumbler penumpang KRL yang berakhir pada ancaman pemecatan petugas ini pun viral dan menjadi topik panas di media sosial.
(Rani Hardjanti)