3. Gangguan Psikosis
Merupakan gangguan mental yang ditandai dengan adanya gangguan kemampuan menilai realitas, disertai gangguan reaksi emosional, komunikasi, dan disabilitas dalam berhubungan dengan orang lain.
Gangguan psikosis bisa muncul dalam bentuk:
Mendengar suara-suara yang hanya didengar oleh dirinya sendiri
Bicara dan tertawa sendiri tanpa sebab
Curiga berlebihan
Merasa dirinya seseorang yang hebat, seperti presiden atau malaikat
Bicara kacau yang sulit dimengerti
Marah-marah tanpa sebab dan mengamuk
Terlalu menyendiri, tidak mau bergaul
Tidak menjaga kebersihan diri, atau buang air sembarangan
Salah satu contoh gangguan psikosis adalah skizofrenia, yaitu gangguan jiwa kronis yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasa, dan bertindak.
Ciri-ciri penderita skizofrenia:
Halusinasi (mendengar suara, melihat bayangan, mencium bau aneh, atau merasakan sensasi tidak nyata)
Enggan bersosialisasi dan menarik diri dari lingkungan sosial
Kehilangan motivasi dan kurang merawat diri
4. Gangguan Bipolar
Dialami oleh lebih dari 60 juta orang di dunia, gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis. Penderita bisa merasa sangat sedih dan putus asa pada suatu waktu, kemudian menjadi sangat bersemangat dan senang di waktu lain.
Gejala gangguan bipolar tergantung pada fasenya, yaitu fase mania (naik) dan fase depresi (turun).
Pada fase mania, penderita merasa sangat bersemangat, senang, dan pikirannya berpacu. Namun, pada saat bersamaan juga bisa merasa gelisah, sensitif, dan mudah tersinggung.
Pada fase ini penderita kerap mengambil keputusan secara emosional, yang mungkin disesali kemudian hari.
Sedangkan pada fase depresi, penderita merasa sangat sedih, hampa, putus asa, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, dan sulit mengambil keputusan.
(Rani Hardjanti)