Kapal Pesiar Gagal Berlayar karena Gangguan Mesin, Penumpang Ngamuk Tuntut Refund Tiket

Nabila Febriyanti R, Jurnalis
Senin 09 September 2024 09:16 WIB
Kapal pesiar Carnival Vista (Foto: Carnival)
Share :

KAPAL pesiar Carnival Vista mengalami gangguan mesin hingga gagal berlayar ke Laut Karibia. Sontak para penumpang mmengamuk dan menuntut pengembalian uang tiket mereka.

Kapal itu sedianya melakukan palayaran ke Karibia Selatan selama delapan malam dari Pelabuhan Canaveral, Florida, pada 10 Agustus 2024 dengan maksud untuk singgah di Aruba, Curacao, dan Turks and Cacaos. 

Para penumpang sudah berada di dalam kapal, begitu juga dengan awak kapal. Namun penumpang diberitahukan mengenai perubahan rencana perjalanan. 

Awak kapal memberitahu bahwa ditemukan adanya masalah pada teknis yang akan memengaruhi kecepatan laju kapal, yang memaksa perusaahan pelayanan untuk mengubah rencana perjalanan. Kapal akan berlayar ke Bahamas dan singgah di Nassau, Princess Cays, Freeport, dan Half Moon Cay. 

Beberapa penumpang kecewa dan tidak senang dengan adanya perubahan mendadak tersebut. Kemudian mereka berteriak meminta pengembalian uang. “Berikan kami uang kami,” teriak beberapa tamu di atas kapal, dalam video yang viral di media sosial.

Seorang pria mengaku telah menghabiskan USD6.000 (Rp92 juta) hanya untuk naik kapal pesiar itu. 

“Hadirin sekalian, cara Anda melakukan ini dengan kebisingan dan kekacauan tidak akan menyelesaikan masalah apapun,” kata salah satu karyawan kapal pesiar menjelaskan kepada para penumpang, mengutip News.com.au.

Para penumpang diberikan beberapa pilihan setelah perusahaan memutuskan adanya perubahan rencana perjalanan.
 
“Kami berkomunikasi langsung dengan para tamu di atas kapal mengenai pilihan mereka untuk pelayaran tersebut,” kata pihak Carnival. 

 

“Mereka yang berlayar diberi kredit di atas kapal serta kredit pelayaran mendatang untuk pelayaran lain guna mengganti perubahan yang tidak terduga, dan mereka yang memilih untuk tidak berlayar ditawari pengembalian uang 100 persen," tambahnya. 

Meskipun tidak perlu berlayar ke Bahamas, penumpang tetap frustrasi dengan adanya pengumuman itu di menit-menit terakhir perjalanan. 

"Mereka tahu tentang masalah itu sebelum kami naik kapal," keluh salah satu penumpang, Ashley Ball.

"Mereka tidak memberi tahu sampai kami sudah berada di kapal, dan, Anda tahu, repotnya melewati bea cukai dan jalur serta keamanan dan semua itu, lalu memutuskan untuk menyampaikan informasi mengecewakan," tambah seseorang.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya