Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh menjelaskan bahwa kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan merupakan bentuk nyata dari sinergi terpadu antar pemerintah dan lintas pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem manajemen krisis pariwisata termasuk dalam penganggulangan insiden-insiden kepariwisataan yang tidak diharapkan.
“Kegiatan workshop pada hari ini yang juga akan ditutup dengan simulasi di hari Kamis nanti dan merupakan bukti nyata dari sinergi terpadu antara pemerintah dan lintas pemangku kepentingan dalam menciptakan destinasi Labuan Bajo Flores yang aman, nyaman, dan selamat bagi wisatawan,” kata Fransiskus.
“Berbagai pemaparan, diskusi panel, dan praktik dalam kegiatan ini diharapkan bisa memberi gambaran kepada semua peserta terutama bagaimana respon cepat dan efektif jika terjadi insiden di lokasi kejadian di destinasi kita sebelum aparat yang berwenang tiba di tempat, karena tentu saja Basarnas dan Kemenparekraf dalam hal ini, tidak dapat berjalan sendiric,” tutup Frans.
(Rizka Diputra)