Kenangan masa kecil bisa menjadi cuan, mungkin ini yang bisa menggambarkan usaha milik Sri Mulyati. Kenangan masa kecil atas kenikmatan makanan ringan kembang goyang, membuat dirinya yakin memulai usaha menjadi lebih besar lagi.
"Dahulu Kembang Goyang hanya dinikmati saat lebaran, ini yang membuat saya berpikir kenapa hanya di hari besar, makanya saya membuat kembang goyang ini bisa dinikmati kapan saja, tanpa harus menunggu hari besar," kata Sri saat ditemui Okezone, Minggu (21/4/2024).
Keyakinan semakin besar, ketika Kembang Goyang buatan dirinya diterima oleh pasar dan mulai mendatangkan pesanan.
"Awalnya saya buat dan dicoba dijajakan ke saudara-saudara, tanggapannya bagus dan bilang enak. Kemudian pesanan mulai berdatangan, sedikit demi sedikit hingga sampai saat ini bisa mencapai 5.000 bungkus," tuturnya.
Untuk mendapatkan rasa yang pas, Sri mengaku tidak hanya mengandalkan resep turun temurun dari keluarga. Dia bahkan melakukan trial and error hingga mendapatkan rasa yang enak dan diterima masyarakat hingga saat ini.
"Saya mencoba dengan inovasi resep dari nenek saya. Mulai dari penggunaan telur, tepung terigu, hingga bahan lainnya hingga dapat diterima sampai saat ini," katanya.
Setelah mendapat rasa yang pas, Sri pun melakukan penetrasi pasar. Ia pun rajin mengikuti bazar yang diadakan BRI dan instansi lainnya untuk memperkenalkan produknya.
"Pernah dulu ikut bazar bawa 50 hanya laku 1, tapi alhamdulillah pas sampai di rumah ada yang borong. Awalnya saya pikir kenapa harus ikut bazar, tetapi melihat manfaatnya, maka saya tidak bosan untuk mengikuti bazar di manapun," tuturnya.
"Bukan hanya mendapat market baru, namun bazar membuat saya kenal dengan banyak pengusaha lainnya serta memperkenalkan produk Kembang Goyang. Dan Alhamdulillah, setiap ada bazar BRI saya selalu diundang bahkan sampai di tingkat provinsi."
Sri tidak memungkiri, berkerjasama dengan Bank BRI membuat usahanya semakin maju. Dana Kredit Usaha Rakyat yang diberikan kepada dirinya, dipergunakan untuk meningkatkan usaha kembang goyang miliknya.