SEORANG model India bernama Poonam Pandey memalsukan kematiannya sendiri. Hal ini dilakukan dalam aksi meningkatkan kesadaran tentang kanker serviks, penyakit yang dideritanya. Kabar kematian Poonam Pandey bermula dari tim manajemennya.
"Pagi ini adalah hari yang sulit bagi kami. Sangat sedih untuk memberitahu Anda bahwa kami telah kehilangan Poonam tercinta karena kanker serviks. Setiap bentuk hidup yang pernah berhubungan dengannya disambut dengan cinta dan kebaikan yang murni,” kata Nikita Sharma selaku pihak manajemennya dikutip dari The Guardian, Minggu (4/2/2024).
Timnya mengkonfirmasi dalam pernyataan media bahwa Pandey telah berani melawan penyakit tetapi telah meninggal secara tragis.
"Semangatnya yang tak tergoyahkan di tengah perjuangan kesehatannya benar-benar luar biasa. kebutuhan kritis untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan proaktif terhadap penyakit yang dapat dicegah seperti kanker serviks,” ucap Nikita Sharma kepada wartawan.
Mendengar kabar tersebut, rekan-rekannya langsung memposting tentang kesedihan mereka di media sosial. Namun, beberapa netizen merasa janggal. Dalam media sosial beberapa hari sebelumnya, Pandey terlihat sehat dan menikmati naik perahu di Goa.
Pandey kemudian mengakui dalam sebuah video bahwa dia tidak meninggal dan meminta maaf kepada pengikutnya karena mengejutkan mereka.
“Ya, saya memalsukan kematian saya. Ekstrim, saya tahu. Tapi tiba-tiba kita semua berbicara tentang kanker serviks, bukan? Saya bangga dengan apa yang telah dicapai oleh berita kematian saya,” kata Pandey.
“Tidak seperti beberapa kanker lainnya, kanker serviks sepenuhnya dapat dicegah. Kuncinya terletak pada vaksin HPV dan tes deteksi dini. Kami memiliki sarana untuk memastikan tidak ada yang kehilangan nyawa mereka karena penyakit ini," katanya.
"Mari kita memberdayakan satu sama lain dengan kesadaran kritis dan memastikan setiap wanita mendapat informasi tentang langkah-langkah yang harus diambil,” tuturnya.