Menurut Ali Charisma, sekarang ini banyak pemula di bisnis fashion dan usianya masih muda. Sehingga perlu diberi kemudahan ketika berurusan dengan perbankan.
“Tantangan UMKM saat ini adalah kualitas. Untuk membuat UMKM besar, tentu kualitas harus diperhatikan. Produknya harus naik kelas,” katanya.
Selain menyiapkan produk yang berkualitas, kata Ali Charisma, mereka juga membutuhkan wadah atau dilibatkan dalam sebuah event untuk berpromosi. Harapannya, mereka bisa menjaring market atau pembeli potensial yang lebih luas.
Kebutuhan desainer atau UMKM tersebut, tidak luput dari perhatian perbankan. Mereka terus mendorong pelaku fashion atau UMKM untuk go global.
Ini pula yang terus dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang merayakan hari ulang tahun ke-128 pada 16 Desember 2023. Sesuai semangatnya dengan tema "Memberdayakan Ultra Mikro dan UMKM Indonesia", langkah yang dilakukan BRI salah satunya dengan menggelar BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Program ini berupaya membawa produk UMKM Indonesia agar bisa dikenal dunia atau go global.
Lewat program ini, pelaku UMKM dipertemukan dengan calon buyer dari pasar global. Di mana programnya fokus pada pameran industri yang khas dan kreatif, serta menampilkan produk UMKM terbaik lewat berbagai instalasi seni yang menarik.
Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengatakan, BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR merupakan inisiatif BRI dalam memperkenalkan keunikan UMKM dan produk nasabah binaannya yang memiliki daya saing tinggi. Program tersebut adalah salah satu langkah konkret BRI.
“UMKM harus banyak mendapatkan kesempatan agar dapat melakukan ekspor dan masuk pasar internasional. UMKM saat ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia,” tuturnya dalam sebuah kesempatan.
Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menjabarkan data pemerintah, saat ini di Indonesia memiliki lebih kurang 64 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, 700.000 di antaranya merupakan segmen kecil, sedangkan segmen menengah kurang dari 100.000 pelaku usaha. Menurutnya, sisanya lebih dari 60 juta adalah pelaku usaha mikro.