Adapun kekhawatiran lainnya yang membuat keadaan menjadi kian mengerikan, yaitu nasib puluhan bayi yang dalam keadaan prematur kini tidak bisa lagi tinggal berada di inkubator karena tidak adanya listrik yang mendukung.
Terlebih untuk bayi yang membutuhkan oksigen juga tidak bisa diatasi, akibatnya sebanyak tiga bayi meninggal dunia.
Meskipun kejadian itu juga sudah sempat dilakukan negosiasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetapi pihaknya bersikukuh kalau Hamas tidak mengirimkan proposal untuk melakukan evakuasi pada bayi-bayi tersebut.
“Mereka tidak mengambil bahan bakar yang telah ditawarkan untuk generator bayi, sehingga mereka juga tidak mendukung pergerakan bayi di ambulans. Akibatnya mereka terjebak disana karena Hamas,” kata Benjamin.
Bahkan pihak Israel juga menuduh kalau Hamas mengubah rumah sakit menjadi zona perang dengan membangun terowongan didalam bawah tanah. Walaupun sebenarnya Hamas telah menyangkal itu semua, dia menjelaskan kalau rumah sakit hanya dilakukan sebagaimana mestinya yaitu tempat tindakan perawatan korban.
Sementara dokter yang berada di dalam rumah sakit juga bersikeras kalau tidak ada Hamas dalam rumah sakit tersebut.
(Leonardus Selwyn)