Derita Warga Gaza Korban Perang, Bertahan di RS Al Shifa Bersama Ratusan Jenazah yang Membusuk

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Rabu 15 November 2023 18:00 WIB
Perang Israel dan Palestina. (Foto: Freepik.com)
Share :

RIBUAN orang yang kini terjebak di dalam rumah sakit Al Shifa, Gaza harus merasakan penderitaan yang lebih memprihatinkan. Hal itu lantaran salah satu pejabat rumah sakit menginfokan, kalau mayat-mayat sudah membusuk dan menumpuk.

Hal ini lantaran rumah sakit terbesar di Gaza tersebut mengalami pemadaman listrik dan kekurangan bahan bakar. Manajer rumah sakit pun menyatakan kalau pemblokiran telah dilakukan, sehingga para anjing yang terdapat disana juga memakan mayat yang ada.

Tentu saja hal ini semakin miris, ditambah pertempuran juga semakin sengit dalam beberapa waktu terakhir. Atas insiden itu, kini Kota Gaza telah mengidentifikasi adanya pertempuran antara Israel dan Hamas di dekat jalan-jalan rumah sakit.

Terlihat dari adanya laporan tentang tank dan kendaraan berlapis baja lainnya yang terparkir di dalam gerbang rumah sakit. Juru Bicara WHO, Christian Lindmeier pun mengatakan bahwa ada sekitar 600 orang memilih untuk tetap berada di rumah sakit, dengan cara berlindung dibawah lorong.

“Di sekitar rumah sakit ada mayat yang tidak dapat dirawat atau bahkan tidak dikubur atau dibawa ke kamar mayat apa pun,” kata Christian, dikutip dalam laman BBC News, Rabu (15/11/2023).

“Rumah sakit saat ini juga sudah tidak bekerja sama sekali sebagaimana mestinya,” katanya.

Bahkan dokter juga menambahkan perihal mayat yang menumpuk dan membusuk itu ada sekitar 150 mayat, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap, dan mengundang para anjing datang ke dalam rumah sakit untuk memakan mayat-mayat tersebut.

Mengingat pasukan Israel juga belum memberikan izin untuk mayat-mayat itu dapat dipindahkan dan dimakamkan.

Adapun kekhawatiran lainnya yang membuat keadaan menjadi kian mengerikan, yaitu nasib puluhan bayi yang dalam keadaan prematur kini tidak bisa lagi tinggal berada di inkubator karena tidak adanya listrik yang mendukung.

Terlebih untuk bayi yang membutuhkan oksigen juga tidak bisa diatasi, akibatnya sebanyak tiga bayi meninggal dunia.

Meskipun kejadian itu juga sudah sempat dilakukan negosiasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetapi pihaknya bersikukuh kalau Hamas tidak mengirimkan proposal untuk melakukan evakuasi pada bayi-bayi tersebut.

“Mereka tidak mengambil bahan bakar yang telah ditawarkan untuk generator bayi, sehingga mereka juga tidak mendukung pergerakan bayi di ambulans. Akibatnya mereka terjebak disana karena Hamas,” kata Benjamin.

Bahkan pihak Israel juga menuduh kalau Hamas mengubah rumah sakit menjadi zona perang dengan membangun terowongan didalam bawah tanah. Walaupun sebenarnya Hamas telah menyangkal itu semua, dia menjelaskan kalau rumah sakit hanya dilakukan sebagaimana mestinya yaitu tempat tindakan perawatan korban.

Sementara dokter yang berada di dalam rumah sakit juga bersikeras kalau tidak ada Hamas dalam rumah sakit tersebut.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya