SEIRING dengan perkembagan zaman, trend atau istilah saat ini semakin bervariatif di kalangan anak muda. Bahkan belum lama ini juga muncul istilah trend ‘quiet quitting’ yang sering kali disebut oleh anak-anak generasi Z atau kalangan milenial. Namun sebetulnya apa sih trend quiet quitting?
Menurut Komang Yuni selaku Account Executive MNC Multimedia Network menjelaskan sebagai salah satu generasi milenial, trend quiet quitting merupakan salah satu pengertian yang mengarah kepada bekerja secara cukup.
“Kita tuh sebagai generasi yang sekarang itu menentukan batas-batas dimana kita harus bekerja, dan dimana kita harus selesai,” kata Komang, dikutip dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo.
Artinya, pekerjaan yang dilakukan jika diluar kapasitasnya atau bukan porsinya tidak dikerjakan. Sehingga bisa dikatakan pekerjaan itu hanya dikerjaan dalam jam kerja sesuai sepakatan saja. Akan tetapi ia juga tidak membenarkan atau mengwajarkan trend tersebut. Karena menurutnya jika hal itu masih di dalam tanggung jawab pekerjaan, lebih baik kerjakan sesuai dengan job desknya.
Di sisi lain, istilah quiet quitting ini juga menurut Komang akan memiliki dampak positif dan negatif bagi setiap individu. Positifnya adalah seseorang akan mempunyai waktu lebih teratur dalam menjalani pekerjaannya, dan itu yang membuat pekerjaan juga akan menjadi lebih efektif serta tidak dikejar-kejar deadline. Sedangkan untuk negatifnya setiap individu mungkin tidka bisa berkembang sepenuhnya dalam perusahaan tersebut.
“Apalagi kayak saya yang fresh graduate gitu kan yang seharusnya cari pengalaman lagi tapi misalnya diterapin seratus persen seperti itu kan kita gak bisa berkembang kayak gitu,” ucapnya.