ANDA pasti pernah mendengar istilah populer yang menyebut, uang memang bukan segalanya, tapi segalanya membutuhkan uang bukan? Mengingat hampir semua dalam hidup ini memang membutuhkan uang.
Lantas bagaimana jika hidup tanpa materi seperti uang? Percaya atau tidak, inilah yang dilakoni oleh seorang pria bernama Mark Boyle yang terkenal dengan julukan The Moneyless Man. Dikutip dari Oddity Central, Minggu (15/10/2023) Mark disebut berhenti menggunakan uang sejak 2008 dan menjalani gaya hidup bebas uang sejak saat itu.
Dalam perjalanannya, ia juga menghindari teknologi dan mengadopsi kehidupan yang lebih ‘alami’. Menariknya, Mark merupakan lulusan sarjana dengan gelar di bidang bisnis dan ekonomi loh!
Kala itu, Mark muda usai lulus kuliah langsung mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi di sebuah perusahaan makanan organik di Bristol, Inggris. Layaknya anak muda pada umumnya, lewat pekerjaan dengan gaji yang bagus Mark memimpikan bisa membeli semua kebutuhannya dengan uang dan semua hal yang terkait dengan kesuksesan.
BACA JUGA:
(Foto: Facebook Mark Boyle)
Namun segalanya berubah pada suatu malam di tahun 2007, ketika mengobrol dan berdiskusi bersama sahabatnya perihal masalah-masalah dunia dan cara terbaik mengatasinya. Saat itulah Mark menyadari bahwa uang adalah akar dari sebagian besar masalah di dunia ini.
“Saya sedang duduk-duduk santai dengan seorang teman pada suatu malam di tahun 2007 membahas masalah-masalah dunia. Kemudian saya tersadar, akar dari semua ini adalah uang, yang menciptakan semacam keterputusan antara kita dan tindakan kita,” ujar Mark kala diwawancara CNN.
“Jadi saya memutuskan untuk melihat apakah hal itu mungkin dilakukan tanpa materi seperti uang,” imbuhnya.
Tak lama kemudian, Mark menjual rumah kapalnya yang mahal, pindah ke mobil karavan tua yang disumbangkan seseorang kepadanya dan segera memulai kehidupannya yang bebas uang. Beberapa bulan pertama terasa berat, karena Mark harus mengganti kenyamanan yang biasa dinikamti seperti secangkir kopi di pagi hari, dengan hal-hal yang bisa ia peroleh secara gratis dari alam.
“Beberapa bulan pertama terasa sulit, bayangkan Anda mengubah segalanya sekaligus. Namun setelah beberapa bulan berikutnya, segalanya menjadi sangat mudah dan aktivitas saya berjalan lancar,” curhat Mark.
Menariknya, setelah menjalani hidup tanpa uang selama dua tahun, Mark merasa itulah titik hidupnya yang paling memuaskan dalam hidup. Ia mempunyai lebih banyak teman di komunitas, tidak pernah sakit sejak memulai hidup tanpa uang, dan merasa lebih bugar daripada sebelumnya.
Sampai akhirnya, pada tahun 2017, Mark memutuskan untuk membawa gaya hidup minimalisnya ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan berhenti menjalani gaya hidup dengan kenikmatan industrialisasi.
Menjalani aktivitasnya sehari-hari, Mark mencoba menghindari sebagian besar teknologi yang biasa dinikmati sehari-hari, contohnya mulai dari aliran listrik dan air mengalir, radio dan internet, dan kembali ke gaya hidup yang lebih sederhana.
(Rizky Pradita Ananda)