Selain itu, Ganjar menekankan bahwa advokasi mengenai isu kesehatan mental anak muda harus terus berlanjut, karena sebagian pihak masih ada yang enggan untuk membahas isu ini.
"Advokasi dukungan yang lebih besar, kesadaran lebih besar, pemahaman lebih besar (perlu ditujukan untuk masalah kesehatan mental). Hingga belum lama ini, berbicara tentang masalah kesehatan mental saja masih merupakan hal yang tabu," lanjut Ganjar.
Ganjar Pranowo juga mengajak untuk kolaborasi antara berbagai kelompok masyarakat, bersama pemerintah dalam menangani masalah kesehatan mental anak muda. Hal ini karena prevalensi masalah ini, menurut sejumlah penelitian, cukup tinggi di kalangan generasi muda.
Ia menegaskan betapa pentingnya mendukung generasi muda, mengingat masa depan bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak muda. Sebagai pengingat, kesempatan seperti bonus demografi tidak selalu terjadi.
"Kenapa ini penting? Karena, masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi mudanya. Kenapa ini penting? Karena, kita sedang mengalami bonus demografi yang kuncinya ada di generasi muda dan belum tentu terulang lagi," pungkas Ganjar.
Ganjar Pranowo juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menghadapi masalah kesehatan mental. Ia merasa beruntung karena memiliki dukungan yang kuat dari keluarga, teman-teman, dan jaringan sosial yang mendukung. Namun, ia menyadari bahwa tidak semua orang memiliki dukungan serupa.