Hari Kesehatan Mental Sedunia, Apa Saja Sih Hak-Hak Pengidap Gangguan Jiwa?

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2023 11:40 WIB
Pengidap gangguan jiwa. (Foto: Unsplash)
Share :

HARI Kesehatan Mental Sedunia jatuh hari ini pada Selasa 10 Oktober 2023. Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental bagi semua orang. Sebab sejatinya kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Bahkan World Health Organization (WHO) mengumumkan, tema Hari Kesehatan Mental Sedunia ini yakni, Our Minds, Our Rights. Tema itu diusung sebagai makna bahwa kesehatan mental adalah hak manusia.

 

Tema mengenai Our Minds, Our Rights ini pun turut diungkap oleh dr. Arundhati Nugrahaning Aji, Sp.Kj(K) dalam talkshow bersama Kementerian Kesehatan.

Dokter Arundhati mengatakan, kesehatan mental merupakan hak semua manusia yang perlu mereka dapatkan dari setiap layanan kesehatan yang terbaik di kelasnya.

“Setiap orang di mana pun, dan siapa pun itu berhak untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang terbaik dan yang tertinggi yang bisa mereka capai,” ungkap dr. Arundhati, dikutip MNC Portal Indonesia, Selasa (10/10/2023).

 BACA JUGA:

Dokter Arundhati mengatakan, ada sejumlah hak yang perlu didapat bagi para pengidap gangguan mental atau jiwa. Para pengidap gangguan mental berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik hingga dilindungi dari sejumlah risiko kesehatan mental lainnya.

“Cakupan hak ya cukup luas yaitu hak untuk dilindungi dari risiko kesehatan mental itu sendiri, ada orang yang belum mengalami gangguan mental tapi memiliki risikonya, nah kita punya hak untuk dilindungi,” ungkap Dokter Arundhita.

 BACA JUGA:

“Kemudian ada hak untuk layanan yang tersedia, bahwa setiap orang harus bisa mengakses kemudian mereka harus bisa menerima layanan itu, dan kualitas dari layanan itu harus baik,” tambahnya.

Selain itu, Hari Kesehatan Mental Sedunia ini juga diharapkan bisa jadi wadah untuk memberikan hak bagi para pengidap gangguan mental untuk mendapatkan keleluasaan untuk memutuskan pengobatan apa yang terbaik untuk mereka.

Dokter Arundhita juga berharap agar seluruh pasien gangguan mental mendapatkan akses dan layanan yang setara dan tidak dikotak-kotakan. Itu merupakan bagian dari hak setiap orang untuk mendapatkan yang terbaik untuk kesehatan mental mereka.

“Ada orang yang terpinggirkan dari pasien gangguan mental, tentu mereka perlu mendapatkan akses dan peluang yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa,” paparnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya