KOPI saat ini menjadi lifestyle anak muda. Apalagi banyaknya coffe shop dengan konsep yang nyaman.
Dilansir Khou11 pada Selasa (10/10/2023), sebuah survei di Swiss Water memeperlihatkan hasil bahwa generasi millenieal dan Gen Z mulai beralih dari minuman berkafein ke tanpa kafein. Salah satunya kopi decaf.
Bahkan menurut Market Research Future yang melakukan penelitian tentang tren di pasar kopi, konsumen mencari cara untuk mengurangi kafein karena alasan kesehatan. Hal ini menyebabkan beberapa merek kopi besar meningkatkan produk tanpa kafeinnya.
Lantas, apakah kopi tanpa kafein lebih sehat dari kopi biasa?
Kopi tanpa kafein tidak benar-benar bebas kafein, tapi masih mengandung sedikit kafein. Jika pada kopi hitam biasa mengandung sekitar 2 miligram kafein per gelas, kopi decaf jauh lebih sedikit kandungannya.
Menurut USDA, secangkir kopi berukuran delapan ons (236 ml) mengandung sekitar dua miligram kafein. Sebenarnya, kalau dikonsumsi dalam batasan wajar tak menjadi masalah mengonsumsi kopi biasa.
Menurut UCLA Health, manfaat minum kopi termasuk penurunan risiko diabetes tipe 2, beberapa penyakit neurogeneratif, dan penurunan kognitif. Itu semua berkat senyawa organik dan antioksidan yang ditemukan dalam versi kopi berkafein dan tanpa kafein (decaf).
(Endang Oktaviyanti)