Mengenal Ngehawak, Upacara Adat Meminang Wanita Suku Dayak Kalimantan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis
Senin 25 September 2023 19:33 WIB
Ilustrasi perempuan Dayak. (Foto: Pariwisata Indonesia)
Share :

SUKU Dayak di Kalimantan memiliki tradisi Ngehawa’k. Upacara adat ini digelar saat calon pengantin pria meminang wanita yang ingin dinikahinya. Pertemuan tatap muka antara kedua calon mampelai tersebut biasanya sekaligus menentukan tanggal pernikahan.

Pernikahan tidak akan melewati bulan purnama. Dalam tahap ini, calon pengantin pria juga akan membawa benda-benda adat yang bernilai tinggi.

Jumlah benda adat tersebut bisa berbeda-beda, tergantung dari status dan permintaan mempelai wanita.

 BACA JUGA:

Jika calon pengantin wanita keturunan bangsawan, maka calon pengantin pria wajib membawakan barang sesuai permintaan. Namun, kebanyakan calon pengantin pria akan membawakan barang semaksimal mungkin guna memenuhi permintaan calon pengantin wanita.

 

Menariknya, dalam tradisi tersebut juga terdapat hukuman adat yang berlaku jika kedua mempelai melakukan perceraian di kemudian hari.

Di mana hukuman yang diberikan adalah denda dan hukum adat sesuai dengan kesalahan kedua pihak.

Tujuan diadakannya hukuman tersebut adalah untuk mencegah kedua mempelai melakukan perceraian. Pasalnya, bagi Suku Dayak pernikahan bukanlah hal main-main.

Upacara adat Ngehawk secara umum terdiri dari empat garis besar, yakni badua salamat pengantin, bahia atau merias pengantin, maarak pengantik, dan batatai atau basanding.

Lebih lanjut lagi, tradisi pernikahan Suku Dayak di Kalimantan biasanya menggunakna baju pengantin tradisional yang terbuat dari kayu khusus lengkap dengan manik-manik khasnya.

Tak hanya itu saja, Tuak juga kerap digunakan dalam upacara ini sebagai lambang hasil panen padi.

Demikian mengenai upacara adat Ngehawa’k suku Dayak Kalimantan.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya