Tentu saja hal tersebut tidak mudah untuk dilalui oleh seseorang. Untuk itu, Ratri menegaskan pentingnya bagi para pengantin untuk belajar pernikahan, apalagi bagi mereka yang menikah muda.
“Kalau memang memilih untuk menikah muda, edukasi tentang pernikahan sangat diperlukan, berkonsultasi dengan marriage counselor itu bisa ya di ranah privat,” kaya Ratri.
“Di Kementerian PPPA juga punya Puspaga (pusat pembelajaran keluarga) di situ tempat untuk masyarakat bisa belajar tentang keluarga,” jelas dia.
Hal ini tentu akan menambah ilmu dan wawasan tentang bagaimana menghadapi bahtera rumah tangga. Jadi, jangan sampai mengunjungi psikolog dan marriage counselor kerika nantinya telah memiliki masalah rumah tangga saja.
“Jadi sebetulnya tidak harus menunggu ada masalah kita baru datang ke psikolog marriage counselor. Sebelum itu kita bisa belajar,” tutur Ratri.
(Martin Bagya Kertiyasa)