HUT Ke-78 RI: Kuliner Indonesia Makin Populer di Inggris, Mulai dari Tumpeng hingga Gado-Gado

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2023 07:00 WIB
Yuni Leisure kenalkan kuliner Indonesia ke bule-bule di Inggris (Foto: YouTube/YuniLeisure)
Share :

Dari mana kemampuan ini datang?

Yuni bertutur, semua itu datang dari rumahnya. Sejak kecil Yuni sering banget nemenin ibunya masak di dapur. Jadi, nama bumbu-bumbu, cara mengolah bahan dasar, cara penyajian makanan, semua didapat langsung dari ibunya.

"Ibu saya itu jago sekali bikin makanan enak. Bumbu sedikit saja bisa dia buat enak," ungkapnya.

Yuni kecil juga dekat dengan jajanan pasar atau kue tradisional. Ia bahkan pernah jadi penjual kue keliling. Jadi, soal rasa tak usah diragukan lagi.

Bahkan, gak hanya menu kue asli kampungnya, Yuni bisa juga bikin kue tradisional yang tarafnya 'nasional'. Semua kue dan resepnya bisa Anda lihat di Youtube Yuni Leisure.

Malah, ada satu tayangan Yuni bikin olahan jantung pisang. Siapa yang menyangka menu jantung bisa bisa sampai ke Inggris dan ternyata banyak yang suka dengan makanan tersebut.

Jadi, dari mana datangnya ide-ide Icip-Icip Internasional?

Yuni mengatakan kalau itu sangat ditentukan oleh mood dan cuaca. Apa maksudnya?

"Jadi, orang-orang di Inggris ini unik. Kalau lagi musim panas, nafsu makan mereka gak terlalu besar. Tapi, kalau sudah masuk musim dingin, gampang lapar," tuturnya.

"Dari sana akhirnya saya biasanya nentuin mau masak apa. Kalau lagi musim panas, ya, bikinnya camilan kayak jajanan tradisional. Nah, kalau masuk musim dingin, bikinnya menu yang lebih berat," jelas Yuni.

Gak cuma berdasarnya cuaca, menu yang tampil di Icip-Icip Internasional juga biasanya dipengaruhi oleh apa yang tersedia di toko Asia.

Seperti kasus jantung pisang, Yuni dapat ide bikin olahan itu, ya, karena ada jantung pisang di toko. Jadi, apa yang ada di toko juga kerap kali jadi inspirasi menu makanan.

"Gak ada tema atau settingan khusus mau bikin apa besok. Kadang sedapatnya di toko atau pas lagi ada di dapur rumah. Kadang juga menu yang saya lagi pengen mengenang masa kecil," ceritanya.

Luar biasanya, apa yang disuguhkan Yuni selalu menarik perhatian orang asing. Bule-bule yang menetap di kawasan apartemennya ternyata satu selera dengan dia.

Ini juga ada kaitannya dengan bahan dasar yang dipakai untuk masakan yang dibuat. Kue tradisional itu biasanya gluten-free, non dairy product, yang mana itu jadi 'concern' orang zaman sekarang.

"Sedangkan nenek moyang kita sudah menerapkan itu. Susu kita ganti santan, gak pakai produk gluten karena pakanya tepung beras," tutur Yuni.

Dari sana juga Yuni semangat bikin Icip-Icip Internasional. Sebab, bukan hanya rasa yang enak, tapi satu prinsip dengan makanan sehat zaman sekarang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya