Meskipun kasus ini adalah studi observasional, para peneliti belum dapat menetapkan penyebabnya yang sebenarnya.
Mereka menyimpulkan bahwa studi ini adalah yang pertama dalam mengaitkan masalah kanker mulut dengan PM2.5 dengan ukuran sampel yang besar. Sehingga temuan ini menambah bukti yang berkembang tentang efek buruk PM2.5 pada kesehatan manusia.
Di sisi lain, tak jelas bagaimana polutan udara dapat berkaitan dengan kanker mulut. Sehingga mereka akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hal tersebut.
Kepala Ekskutif Yayasan Kesehatan Mulut, dr Nigel Carter menyarankan agar para dokter gigi lebih meningkatkan kesadaran terhadap penyakit ini dan mengomunikasikan pentingnya deteksi dini.
(Dyah Ratna Meta Novia)