Irak
Sebanyak 60 persen penduduk Irak merupakan orang-orang muslim bermazhab Syiah. Karena itu, prosesi majelis duka menjadi pemandangan yang umum pada 10 hari pertama bulan Muharram, yang memuncak di hari Asyura.
Bahkan, Irak yang merupakan tempat terjadinya tragedi memilukan ini, juga memiliki peringatan hari Asyura yang lebih semarak. Pasalnya, peringatan itu berlangsung hingga 40 hari lamanya, terhitung sejak 10 Muharram hingga 10 Safar.
Peringatan hari Asyura di Irak disebut dengan hari Arbain yang dihadiri hingga puluhan juta peziarah dari berbagai pelosok dunia setiap tahunnya. Para peziarah itu melakukan prosesi long march dengan rute utama Kufah-Karbala sejauh ratusan kilometer.
Iran
Peringatan hari Asyura di Iran sebagai negara Muslim menjadi ritual yang tak terpisahkan. Ritual Asyura yang berkembang di Iran, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, antara lain adalah prosesi dan pertunjukan lakon tanpa gerak atau dialog tentang tragedi Karbala.
Perayaan Asyura di Iran
Para peserta prosesi terbagi dalam beberapa kelompok sinahzan (orang-orang yang memukuli dada mereka dengan telapak tangan). Lazimnya disertakan nakhl (pohon kurma).
Sebab, menurut tradisi, jenazah suci Imam Husain as yang tidak berkepala dibawa dengan usungan yang terbuat dari cabang-cabang pohon kurma. Prosesi ini diiringi barisan musik dukacita dan perang. Prosesi teragung berlangsung di hari Asyura (10 Muharram).
Sementara itu, dalam ritual “diam”, terdapat raudhah khvani, pembacaan dan pelantunan kisah ksatria Imam Husain as, keluarganya, dan para pengikut setianya dalam pertempuran berdarah di Karbala.