Intip Tradisi Perayaan Hari Asyura di 6 Negara Termasuk Indonesia

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Kamis 27 Juli 2023 15:45 WIB
Muslim Syiah di Baghdad, Irak memerankan perang Karbala untuk mengenang kematian Husain bin Ali bin Abi Thalib saat merayakan Hari Asyura. (Foto: Aljazeera)
Share :

MUHRRAM merupakan satu dari empat bulan haram atau mulia dalam Islam. Selain itu, Muharram juga dianggap bulan sakral oleh agama Samawi karena ada banyak peristiwa bersejarah terjadi dalam bulan ini, khususnya pada tanggal 10 atau dikenal dengan Hari Asyura. Umat Islam disunnahkan berpuasa pada hari itu.

Salah satu peristiwa yang terjadi pada 10 Muharram adalah dibebaskannya Nabi Musa dan Bani Israel dari kejaran tentara Firaun. Kemudian terbunuhnya Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib, cucu Nabi Muhammad SAW pada 61 Hijriah dalam perang di Karbala, Irak.

Peristiwa Karbala salah satu tragedi paling memilukan bagi umat Islam. Untuk itu, sebagian Muslim di dunia terutama kelompok Syiah menggelar upacara khusus mengenang syahidnya Sayyidina Husain saat Asyura dan menjadikannya sebagai hari penuh duka.

 BACA JUGA:

Berikut beberapa tradisi menyambut Asyura di berbagai negara.

Indonesia

Tiap daerah di Indonesia memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut Asyura. Misalnya dengan membuat bubur Asyura lalu membagikannya ke para tetangga atau menyantap bersama.

Kemudian ada juga tradisi Tabut seperti di Bengkulu dan Sumatera Barat sekitarnya. Tradisi ini berupaya jamuan makan dan arak-arakan tabut yang dibuat dari pohon pisang dan dihias berwarna-warni. Tabut itu kemudian diarak sampai ke pantai dan dibuang ke laut. Tradisi ini bagian mengenang peristiwa Karbala.

 

Tradisi malam 1 Suro di Jawa

Dalam tradisi ini biasanya warga akan meneriakkan "hayya Husain, haiyya Husain atau hidup Husain).

Ada juga kepercayaan masyarakat terutama di Pulau Jawa tentang larangan menikah di bulan Muharram karena berpepatan dengan bulan Suro, bulan pertama dalam kalender Jawa.

 BACA JUGA:

Turki

Hari Asyura dalam bahasa Turki disebut sebagai Asure Gunu. Sama seperti di Indonesia, saat bulan Muharram tiba, masyarakat di Turki membuat semacam bubur asyura yang kemudian dibagikan kepada para tetangga.

 

Bubur Asyura Turki

Bahan dasar bubur asyura di Turki adalah gandum khusus yang dikenal ddengan nama bubur asure. Kendati mayoritas muslim warga Turki bermazhab Sunni, namun acara-acara duka seperti peringatan tragedi Asyura ini cukup popular di negara ini.

Bahkan, Presiden Turki, Racep Tayyip Erdogan berkali-kali ikut hadir dan memberi sambutan dalam peringatan duka itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya