MENURUT data dari Komisi Perlindungan Anak (KPAI), ada aduan dari sekitar 480 anak yang menjadi korban bullying atau perundungan yang terjadi di sekolah pada periode 2016 hingga 2020.
Perundungan atau yang lebih kerap dikenal dengan bullying, memang perilaku tercela yang bisa hadir dalam bentuk secara verbal, fisik, baik di dunia maya ataupun di dunia nyata. Perundungan sendiri tak lepas dari adanya kesenjangan kekuatan antara korban dan pelaku serta diikuti pola repetisi (pengulangan perilaku).
Butuh peran dari banyak pihak untuk memutus bersama mata rantai tindak perundungan, yang sayangnya sudah mengakar kuat di kultur sosial masyarakat. Salah satunya peran serta dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Nah bagi Anda para orangtua, tentunya wajib tahu apa saja sederet tips untuk mencegah perundungan terjadi pada anak di lingkungan sekitar. Mengutip siaran media yang diterima Minggu (23/7/2023) simak empat tipsnya dari Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Subspesialis Anak dan Remaja (Psikiatri), dr. Anggia Hapsari, Sp. K. J, Subsp. A. R. (K),
1. Ambil tindakan cepat:
• Lakukan beberapa tindakan cepat seperti, tatap mata si perundung dan minta untuk menghentikan tindakannya.
• Hindari membuat situasi bertambah panas. Ketahui kapan Anda bisa pergi meninggalkan pelaku perundungan. Jika situasi mengancam atau berbahaya lebih baik untuk pergi atau cepat tinggalkan tempat tersebut.
• Jangan tanggapi serangan perundungan yang dilancarkan lewat SMS.
BACA JUGA:
2. Cari bantuan dari luar: Jangan menunggu terlalu lama apabila keadaan sudah bikin diri cemas. Berbicaralah dengan petugas sekolah terkait situasi tersebut, sehingga perundungan dapat dihentikan. Ambil langkah hukum dengan menghubungi penegak hukum setempat