Salah satu tradisi menyebutkan jika para biksu bermeditasi di hutan selama 1000 hari dengan hidup bergantung pada daun dan kulit kayu. Setelah itu, mereka akan dikubur hidup-hidup untuk bermeditasi di bawah tanah. Tujuan utama penguburan ini adalah untuk mengubah tubuh menjadi sokushinbutsu atau mumi.
Bentuk ritual bunuh diri kuno ini dipercaya menjadi salah satu latar belakang dari banyaknya orang Jepang yang melarikan diri ke hutan ini untuk bunuh diri.
Namun lebih dari itu, hutan Aokigahara dianggap sebagai tempat yang ideal untuk bunuh diri. Hal ini karena luasnya hutan akan membuat setiap orang yang putus asa tidak akan bertemu siapapun.
Menurut Atlas Obscura, banyaknya kasus bunuh diri yang tak terhindarkan membuat polisi tidak lagi menghalangi orang-orang yang bertekat untuk bunuh diri. Namun pada setiap pohon di hutan ini, polisi akan memasang sebuah tanda yang bertuliskan "Hidupmu adalah hadiah keluarga dari orang tuamu" dan "Silahkan berkonsultasi ke polisi sebelum memutuskan untuk mati".
(Salman Mardira)