HUTAN Aokigahara yang terletak di sebelah Barat Laut Gunung Fuji, Prefektur Yamanashi, Jepang terkenal sangat angker dan dijuluki sebagai Hutan Bunuh Diri. Kok bisa?
Aokigahara merupakan hutan seluas 30 kilometer persegi yang tumbuh di atas muntahan lahar Gunung Fuji pada letusan di abad ke-9.
Karena sangat lebat dan horor, sebagian besar wilayah hutan Aokigahara belum tersentuh manusia. Banyak tanaman langka tumbuh subur di Aokigahara. Hutan ini juga rumah bagi banyak satwa liar dan endemik Jepang seperti cerpelai Jepang, tikus Jepang, hingga beruang hitam Asia.
BACA JUGA:
Alih-alih terkenal dengan kekayaan ekosistemnya, Aokigahara justru lebih dikenal sebagai hutan bunuh diri. Bahkan reputasinya sebagai hutan bunuh diri menjadi inspirasi dari berbagai novel, film horor hingga acara TV Jepang.
Dilansir dari Howstuffworks, Aokigahara dijuluki Hutan Bunuh Diri tak terlepas dari banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi di hutan tersebut.
Gunung Fuji di Jepang (Lonely Planet)
Menurut pemerintah Prefektur Yamanashi, ada lebih 100 kasus bunuh diri yang terjadi di hutan ini dalam kurun waktu 2013 hingga 2015.
Saking banyaknya korban bunuh diri yang terus saja terjadi, saat ini Pemerintah Jepang tidak lagi memberikan statistik bunuh diri di Aokigahara sebagai upaya pencegahan orang untuk melakukan percobaan bunuh diri di sana.
BACA JUGA:
Menurut seorang profesor dari Universitas Meiji di Tokyo, Aokigahara sudah jadi tempat bunuh diri sejak berabad-abad lalu oleh sebuah sekte biksu Buddha.
Sama seperti gunung lainnya, Gunung Fuji serta hutan-hutan yang mengelilinginya menjadi tempat yang dianggap suci. Selama lebih dari 1000 tahun, para pertapa biksu Buddha mengasingkan diri dan bermeditasi di tempat ini hingga berakhir pada kematian.