KINI Perkembangan zaman yang semakin maju, membuat pola pikir masyarakat kian berkembang dalam segala hal. Termasuk dalam hal pendidikan dan pekerjaan.
Di era milenial, pendidikan bukan lagi menjadi pembatas seseorang untuk bisa mencari uang tambahan dengan masuk ke dunia kerja.
Meski membagi waktu antara pendidikan dengan bekerja bukan hal yang mudah, faktanya saat ini sudah banyak gen milenial yang mulai berkecimpung di dunia kerja meskipun masih duduk di bangku sekolah atau kuliah.
Salah satunya Karina Aletheia Victor. Mahasiswi akhir di salah satu universitas di Jakarta ini merupakan satu dari sekian banyak mahasiswi atau mahasiswa di Indonesia yang sudah mulai aktif bekerja meskipun masih duduk di bangku kuliah.
Karina menyebut, awalnya, keputusan untuk terjun ke dunia kerja saat masih kuliah berawal saat dirinya mulai bosan berada di rumah di saat pandemi Covid-19 masih melanda.
Ia saat itu lantas mulai iseng melamar pekerjaan di berbagai bidang melalui beberapa situs online. Bukan semata-mata untuk mencari gaji, hal tersebut ia lakukan agar dirinya bisa merasakan dunia kerja dan bisa memperluas koneksinya.
Karena itu, Karina lantas memutuskan melamar menjadi seorang volunteer di salah satu perusahaan.
“Beberapa waktu lalu kan sempat Covid ya, dan itu buat kita akhirnya mesti stay at home, belajarnya di rumah terus bosen kan ketemu orang mesti lewat Zoom,” ujarnya, dalam Podcast Aksi Nyata, di YouTube Partai Perindo, Senin, (19/6/2023).
“Jadi sebenarnya awalnya karena dari pandemi ya akhirnya jadi lebih sering apply-apply dan kepikiran untuk jadi volunteer ya, lumayan untuk tambah koneksi juga,” lanjutnya.
Karin lantas menyebut, sejauh ini, ia telah beberapa kali menjadi volunteer di berbagai bidang. Mulai dari Content Creator hingga Copywriter.
BACA JUGA:
Dari sekian banyak bidang yang sempat ia geluti, menurut Karin, Contenct Creator merupakan bidang pekerjaan yang paling cukup menantang.
BACA JUGA:
Pasalnya, menurutnya untuk membuat konten yang bagus dan berkualitas, ia harus dituntut banyak hal. Mulai dari target market, jenis konten, deadline, hingga tantangannya untuk membagi waktu dengan kuliahnya.
“Yang paling challenging aku sih yang Content Creator ya. Karena waktu kapan hari sempet magang juga di bagian Content Creator itu. Jadi kita harus benar-benar tahu kayak target marketnya, terus request-an juga dari atasannya seperti apa,” tuturnya.
“Juga buat konten tiap bulan, bulan ini ngomongin tentang apa, habis itu dipecah per minggu baru kerjanya harian, ya gokil itu gimana cara ngimbanginnya sama urusan kuliah gitu,” sambungnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)