“Sementara bagi banyak anak muda, vape tampak tidak berbahaya dan rasanya enak. Namun vape sejatinya dapat menyebabkan kerusakan paru-paru," terang Pritchard.
“Jadi, sangat penting bagi kami menghentikan nge-vape ini sejak awal, sehingga kami dapat menjauhkan anak muda dari rumah sakit. Selain itu juga mencegah masalah kesehatan di masa depan,” ujarnya.
Satu dari sepuluh anak berusia 11 hingga 15 tahun secara teratur menggunakan vape, Meskipun menjualnya ke anak muda berusia di bawah 18 tahun adalah ilegal. Setidaknya dua siswa di setiap kelas 10 telah nge-vape. Ini menurut layanan kesehatan.
(Dyah Ratna Meta Novia)