Kolektivitas dan keberadaan dalam kelompok membuat orang Jepang merasa bertanggung jawab dalam kelompoknya.
Orang Jepang sering minta maaf meski kesalahan berasal dari anggota lain. Minta maaf di sini sebagai bentuk kesadaran terhadap kontribusi mereka di dalam kelompok.
Kebanyakan masyarakat Jepang menyadari bahwa tindakan mereka mempengaruhi orang disekitar mereka. Oleh karena itu mereka sering meminta maaf kepada seseorang yang merasa terganggu atau munggi tidak.
Permintaan maaf orang Jepang lebih dari sekedar meminta maaf. Mereka berusaha merefleksikan nilai kesopanan yang telah mendarah daging di negara mereka.
Meskipun minta maaf seringkali merupakan praktik pribadi, pada dasarnya itu adalah tindakan yang mempertimbangkan masyarakat secara secara keseluruhan.
Cara meminta maaf dalam budaya Jepang sangat beragam. Ungkapan “gomen nasai” merupakan kata baku dalam bahasa Jepang untuk minta maaf.
Jika tidak yakin tentang cara meminta maaf dalam bahasa Jepang, maka kata “gomen nasai” adalah pilihan paling tepat. Kata tersebut dapat diterima dalam situasi formal maupun informal.