Kualitas Udara Jakarta Buruk Bagi Kesehatan, Dokter Paru: Bisa Sebabkan Alergi hingga Kanker

Kevi Laras, Jurnalis
Rabu 31 Mei 2023 17:17 WIB
Udara buruk bikin alergi (Foto: Houston methodist)
Share :

KUALITAS udara di DKI Jakarta tengah menjadi sorotan karena dinilai buruk. Berdasarkan dari website AQI-US kalau angka kualitas Jakarta yaitu 136 gram per meter kubik pada Rabu (31/5).

Dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata tahun 2022 di Indonesia yaitu 6,1 kali dari nilai pedoman kualitas udara tahunan WHO. Artinya, tingkat kualitas udara di Jakarta saat ini sangat berbahaya karena tidak sehat bagi kelompok yang berkulit sensitif ( Unhealthy For Sensitive Groups).

 

Mendengar ini, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia), dr. Sita Laksmi Andarini, Sp.P memberikan imbauan agar para orang tua bisa melihat atau rutin mengecek kualitas udara.

Sebab dalam udara ada kandungan sulfur itu disebut polusi, dinilai berbahaya bagi kesehatan anak atau orang yang menghirup udara tersebut. Ini bisa memberi efek samping pada kesehatan seperti alergi, asma hingga kanker.

"Polusi udara itu memang ada partiku meter PM udara dan ada bagian lain dan partikel dan gasnya berbahaya seperti sulfur. Untuk PM sendiri gas tersebut tentu saja menimbulkan gejala gangguan respirasi misalnya batuk alergi, sampai asma," jelas dr Sita dalam Inovasi Pengobatan Kanker Paru melalui JKN di Jakarta, Rabu (31/5/2023).

"Bahkan ada penelitian jangka panjang memang ada kaitan dengan terjadinya kanker, hanya saja memang data lengkapnya tidak ada di saya, nanti saya berikan," sambungnya.

Perlu diketahui, dalam mengukur kualitas udara disebut Particulate Matter (PM2.5) sebuah partikel udara berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer). Polusi adalah masuknya bahan berbahaya ke dalam lingkungan. Bahan berbahaya ini disebut polutan, bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

 BACA JUGA:

Sebelumnya, Dokter Spesialis Paru dr Agus menjelaskan, saat seseorang menghirup polusi dan mengalami reaksi gatal, batuk dan lainnya itulah dampak dalam jangka pendek. Disampaikan kalau polusi terbagi dua yaitu bersifat akut (jangka pendek) dan kronik (jangka panjang).

"Untuk akut ini memang sering kali muncul namun tidak kita rasakan. Kalau kita lewat di suatu daerah yang polusi terus kemudian mata kita merah atau kita bersin-bersin, tenggorokan tidak nyaman itu dampak akutnya, kadang tidak terasa," ujar ujar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K).

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya