Tak hanya itu, persepsi feromon yang tidak disadari ini dapat meningkatkan daya tarik dan keinginan para pria. Ketika jatuh cinta, produksi feromon dalam tubuh meningkat pesat dan ketika hormon ini dilepaskan, akan memengaruhi hasrat, gairah, nafsu, dan kesuburan.
Imbasnya apa? Nah, akibatnya bisa menghasilkan efek kimia yang dapat menciptakan daya tarik alami di antara pasangan. Tingkat ketertarikan untuk melakukan hubungan bercinta, tentunya tergantung pada kadar feromon yang dihasilkan oleh seseorang.
(Mengenal Apa Itu Feromon dan Pengaruhnya Saat Jatuh Cinta, Foto: Freepik)
Bila seseorang menghasilkan hormon feromon yang tinggi, tentunya lebih banyak pula hubungan intim yang dilakukan. Tak hanya itu, biasanya orang tersebut juga merasa lebih percaya diri dan menarik.
Tak melulu memiliki pengaruh terhadap daya tarik seseorang, perlu diingat bahwa feromon juga dapat membuat seseorang tat tertarik atau tidak cocok. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian genetik, sehingga reproduksi tidak akan terjadi.
(Mengenal Apa Itu Feromon dan Pengaruhnya Saat Jatuh Cinta, Foto: Unsplash)
(Rizky Pradita Ananda)