“Wajar saja kalau sesekali sulit tidur nyenyak, tapi konsisten seperti ini ini setiap malam, hal itu dapat menyebabkan berbagai kondisi kesehatan,” ujar Molly Atwood, psikolog klinis dan peneliti pengobatan tidur di Johns Hopkins Medicine.
Maka dari itu, sebisa mungkin disiplinkan diri untuk bisa mendapatkan waktu tidur yang normal di malam hari berkisar 8 jam setiap harinya, agar kesehatan tubuh dan mental tetap terjaga baik. Ingat, mengganti waktu tidur malam hari yang hilang dengan tidur siang nyatanya tidak ada manfaatnya bagi tubuh.
“Tidur siang tidak dapat mengimbanginya, tidur siang singkat kurang dari 90 menit biasanya hanya mencakup fase tidur yang lebih ringan, bukan tidur nyenyak dan memulihkan yang biasanya kita dapatkan sepanjang malam,” jelas Dr. Rebecca Spencer.
Tidak hanya lamanya waktu tidur yang penting bagi kesehatan, kata Dr. Rebecca Spencer, tetapi juga kualitas tidur, yang ditentukan oleh berapa banyak waktu yang kita habiskan dalam berbagai tahapannya.
Saat seseorang tidur sepanjang malam, maka akan melewati beberapa "siklus tidur" selama sekitar 90 menit. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu dua tahap pertama dianggap sebagai tidur ringan, di mana otot-otot akan rileks, suhu tubuh mulai turun, dan detak jantung serta napas melambat saat kita tertidur.