ASAL-usul istilah “air mata buaya” tentu sudah sangat sering Anda dengar bukan? Pasalnya, salah satu kiasan populer di Indonesia dan beberapa negara.
Kiasan “air mata buaya” tersebut memiliki arti emosi palsu yang dikeluarkan dari seorang munafik yang berpura-pura sedih hingga menangis. Meski demikian, ada sebuah mitos yang mengatakan jika buaya memang bisa menangis.
Agar lebih jelas, berikut asal-usul istilah “air mata buaya” dan faktanya dalam sains yang perlu Anda ketahui.
Banyak orang yang mempercayai jika buaya akan menangis ketika memakan mangsa yang ia terkam. Kisah ini pertama kali muncul dalam sebuah buku berjudul “The Voyage and Travel of Sir John Mandeville” yang terbit pada 1400.
Dalam buku tersebut ada sebuah kisah tentang buaya yang pura-pura tidak memakan daging namun suatu hari ia ketahuan memangsa seorang anak laki-laki. Alhasil, buaya tersebut itu mengeluarkan air mata saat memakan anak tersebut.
Dilain sisi, secara sains rupanya buaya memang benar-benar bisa menangis. Dilansir dari Science Daily, seorang ahli zoologi Universitas Florida, Kent Vlient, pada 2007 melakukan pengamatan terhadap aligator dan caiman yang masih satu keluarga dengan buaya. Ia melakukan penelitian tersebut bersama konsultan neurologi bernama Dr D Malcolm Shaner.
Saat melakuka pengamatan tersebut, Vlient menemukan fakta bahwa lima dari tujuh hewan menangis saat makan. Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena hewan-hewan ini membuka rahang terlalu lebar saat akan makan. Sehingga udara masuk melalui sinus dan bercampur dengan lakrimal buaya sehingga air mata pun keluar.
Namun menurut Vlient hal ini terjadi bukan karena adanya kesedihan palsu dari si buaya. Pasalnya, ketika buaya memasukan sesuatu ke mulutnya berarti ia benar-benar bersunggung-sungguh.
Selain itu, dilansir dari Today I Found Out, seorang pakar buaya bernama Adam Britton menjelaskan jika air mata buaya dihasilkan saat mereka menggigit mangsanya terlalu keras hingga menciptakan efek menangis.
Ahli lain juga menegaskan jika air mata buaya yang keluar digunakan untuk perlindungan pada mata agar tidak rusak oleh air atau pukulan kerasa dari hewan yang mereka mangsa.
Demikian penjelasan dari asal-usul istilah air mata buaya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)