Uniknya Pukul Manyapu, Tradisi Ekstrem Habis Lebaran di Maluku

Kiki Oktaliani, Jurnalis
Jum'at 14 April 2023 21:00 WIB
Tradisi pukul menyapu di Leihitu, Maluku Tengah. (Foto: Kemenparekraf)
Share :

Kemudian kedua kelompok akan saling berhadap-hadapan, dengan setiap anggota regu memegang sapu lidi. Kedua kelompok kemudian akan saling pukul, dengan aturan yang dapat dipukul hanyalah area dada hingga perut.

Uniknya dalam tradisi ini, lawan tidak menghindar justru mereka akan mengangkat tangan setinggi-tingginya.

Perlengkapan Pukul Manyapu

Tradisi pukul manyapu memerlukan banyak sapu lidi dari pohon enau dengan panjang 1,5 meter. Tentunya lidi yang digunakan berbeda dari lidi-lidi pada umumnya. Sapu lidi ini memiliki karakter yang kuat namun, cenderung lentur bahkan dapat menyayat kulit hingga berdarah. 

Setelah memar, hingga berdarah seusai pertandingan para peserta akan mengaplikasi minyak khusus, yang disebut dengan minyak Nyualaing Matetu, yang dikenal mujarab untuk menghilangkan bekas luka kibasan sapu.

Nyualaing Matetu atau getah pohon jarak tak hanya dapat mengobati luka memar, tetapi juga patah tulang. Dalam beberapa minggu, luka-luka tersebut akan sembuh tanpa sedikit pun.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya