OLAHRAGA jadi salah satu aktivitas fisik menyehatkan tubuh dan mental. Namun waktu olahraga pun perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Lalu apakah tepat mengubah olahraga di malam hari saat bulan puasa?
Menurut Dokter Spesialis Gizi dr Yohan Samudra, soal olahraga ini perlu dipertimbangkan. Jika olahraga dilakukan pada malam hari maka waktu untuk ibadah sholat tarawih akan terlewatkan. Kemudian, olahraga juga bisa mengganggu jam istirahat Anda.
"Kalau kita berolahraga setelah berbuka puasa atau malam-malam karena kita sudah menggantikan energi, atau cairan hilang selama sepanjang hari puasa, nah memang kerugiannya cuma dua sih," jelas dr Yohann saat ditemui di Jakarta.
"Pertama kita nggak bisa tarawih di masjid, kedua kita harus memperkirakan kondisi kita. Apakah olahraga malam mengganggu tidur atau tidak, karena ketika olahraganya cukup berat intensitasnya maka tekanan darah meningkat adanya hormon-hormon diproduksi selama olahraga misalnya adrenalin bisa mengganggu seseorang untuk tidur," sambungnya.
Meskipun katanya efek olahraga malam tidak semua orang menyebabkan masalah tidur. Namun ada juga yang kesulitan, tapi ia mendorong untuk mempertimbangkan.
Begini Cara Mengontrol Gula Darah Penderita Diabetes Saat Puasa
Sehingga ia imbau untuk memberikan jarak olahraga dengan waktu tidurnya, kurang lebih 3 jam.
BACA JUGA:
"Enggak semua orang, tapi beberapa orang bisa jadi terganggu tidurnya. Sedangkan puasa itu waktu istirahat singkat, tidurnya paling jadi 5 jam, maka kita perlu perhitungkan lagi nih jarak antara olahraga dengan tidur malam, maksimal itu 3 jam jaraknya ya," imbuh dr Yohan.