Sebelum Beli Produk Skincare Share in Jar, Ketahui Dulu 4 Bahayanya

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Senin 20 Maret 2023 16:40 WIB
Ilustrasi Skincare Share in Jar. (Foto: Shutterstock)
Share :

PRODUK-PRODUK skincare memang sangat beragam, dan masing-masing memiliki manfaatnya sendiri. Sayangnya, tidak semua skincare baik yang murah maupun yang mahal cocok dengan kulit kita.

Bisa jadi, skincare yang kita beli tidak cocok dan akhirnya malah menimulkan iritasi. Tentunya hal ini akan membuat Anda kecewa, apalagi Anda sudah membeli barang tersebut dengan ukuran yang cukup besar.

Oleh karena itu, belakangan marak produk share in jar. Istilah skincare share in jar adalah proses membagi isi dari sebuah produk ke dalam beberapa tempat yang lebih kecil. Konsumen pun dapat mencoba produk tersebut tanpa harus membelinya dalam ukuran dan harga asli.

Namun, dr. Theresia Rina Yunita tidak menyarankan untuk menggunakan produk share in jar, karena khawatir tidak terjamin kebersihannya. Menurutnya, kita tidak bisa memastikan apakah cara pengemasannya steril atau tidak. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menuturkan bahwa kosmetik share in jar merupakan produk ilegal atau tanpa izin edar (TIE).

"Meski kosmetik yang digunakan merupakan produk yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM, namun kegiatan pengemasan kosmetik merupakan bagian dari rangkaian produksi, sehingga hanya boleh dilakukan di industri kosmetik yang memiliki izin produksi," jelasnya seperti dilansir dari KlikDokter.

Tidak berhenti sampai di situ, jenis dan ukuran kemasan dari share in jar juga berbeda dengan apa yang didaftarkan ke BPOM.

Berikut bahaya penggunaan skincare share in jar:

1. Tidak Terjamin Kebersihannya

Bahaya skincare share in jar adalah produk tersebut tidak terjamin kebersihannya. Ketika memindahkan produk dari kemasan asli ke dalam wadah yang lebih kecil, ada potensi produk tersebut terkontaminasi oleh bakteri yang berbahaya. “Jika kebersihan produk share in jar tidak terjamin, ini bisa menimbulkan jerawat dan iritasi pada kulit,” jelas Dokter There.

2. Keaslian Produk Tidak Terjamin

Biasanya, kemasan share in jar tampak polos dan tidak ada keterangan resmi apa pun. Untuk itu, kamu juga perlu mempertanyakan keaslian produk tersebut. “Jika produk yang digunakan berisi produk palsu, hal ini bisa berdampak buruk bagi kulit, seperti munculnya reaksi alergi atau iritasi. Ini semua tergantung dengan kandungan yang ada di dalamnya, apakah ada yang berbahaya atau tidak,” ujar dr. There.

Produk perawatan kulit yang palsu dapat mengandung bahan kimia beracun yang bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang. Bahkan, paparan bahan kimia tersebut bisa berdampak pada kesehatan reproduksi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya