Melansir Cabin Crew Wings, sebagian besar maskapai penerbangan tidak akan memiliki masalah dengan bekas luka. Meski demikian pramugari dapat menutupinya menggunakan riasan, celana ketat, atau gaya rambut yang diizinkan untuk menyamarkannya.
Alasan pramugari tidak boleh ada bekas luka karena dapat memengaruhi kredibilitas dan imej perusahaan. Bekas luka dapat menimbulkan pertanyaan atau kekhawatiran dari penumpang tentang keselamatan penerbangan.
Sebab, bekas luka menunjukan bahwa pramugari telah mengalami cedera atau operasi sebelumnya. Dikhawatirkan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi situasi darurat selama penerbangan.
Perlu diketahui bahwa semua maskapai berbeda, dan perekrut bisa jadi subjektif. Salah satunya maskapai Timur Tengah seperti Qatar dan Emirates. Kedua maskapai ini akan meminta calon pramugarinya menjelaskan asal bekas luka yang mereka miliki. Nah lho!
(Rizka Diputra)