Apa Keunggulan Rekonstruksi Payudara dengan Flap daripada Implan?

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Jum'at 03 Februari 2023 23:30 WIB
rekonstruksi payudara dengan metode Flap, (Foto: Freepik)
Share :

“Kalau misalnya masih ada kulitnya disisakan itu, biasanya masih ada sensitivitasnya. Tapi kalau maksetomi secara total, diangkat semua, maka sensitivitasnya sudah tidak ada,” imbuhnya.

Terkait sensitivitas, dengan kemajuan teknologi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, para dokter bedah di beberapa negara bisa menciptakan sensitivitas payudara pada prosedur rekonstruksi flap.

Demi mendapatkan sensitivitas payudara agar payudara kembali ‘hidup’ yang hilang pasca operasi kanker payudara, dokter bedah akan menggunakan kabel saraf dari kaki untuk dipasang di payudara. Sehingga sarafnya menjadi terasa, saraf (payudara) bisa kembali sensitif.

Untuk mendapatkan sensitifitas payudara yang hilang pasca operasi kanker payudara, dokter bedah akan menggunakan “kabel saraf” dari kaki untuk dipasang di payudara. 
Meski terdengar ngeri, namun prosedur ini telah dilakukan oleh banyak perempuan penderita kanker payudara di beberapa negara untuk kembali mendapatkan payudara yang “hidup”. 
Namun, menurut dr. Mohamad Rachadian,  kebanyakan prosedur di beberapa negara tersebut menggunakan kabel saraf dari kaki orang yang sudah meninggal. Sehingga, di Indonesia sendiri prosedur ini belum pernah dilakukan, mengingat penambahan sayatan di bagian kaki untuk mengambil kabel saraf tersebut makin membuat pasien kanker payudara di Indonesia bergidik duluan. 


Meski terdengar ngeri, karena harus menyayat kaki tapi menurut dr. Mohamad Rachadian, kebanyakan prosedur ini di beberapa negara sudah bisa dilakukan dengan memakai kabel saraf dari kaki orang yang sudah meninggal.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya