"Ini semua baru, termasuk desain baru. Sudah beberapa tahun kan tidak ada. Di ujung Gladak juga ada master shio kelinci yang bisa berputar serta dewa uang," katanya.
Ia mengatakan berbagai perubahan tersebut dilakukan agar visi misi panitia Imlek terus terjaga, yakni mem-branding Kota Solo sebagai Kota Wisata Imlek.
"Selain itu juga mem-branding kebhinnekaan yang sekarang sangat luar biasa, multiplier efek agar PKL dapat kesempatan jualan lebih besar," katanya.
Sementara itu, lanjut dia, lampion dan shio tersebut akan terpasang hingga 5 Februari 2023. Rangkaian acara Imlek akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh di Balai Kota Surakarta.
"Pada malam Imlek tanggal 21 Januari akan ada penyalaan kembang api. Ada juga kirab barongsai pada tanggal 4 Februari, kemudian ditutup dengan perayaan Cap Go Meh di balai kota," pungkasnya.
(Rizka Diputra)