Di sisi lain Ketua Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Anggraini Alam, SpA(K) menjelaskan bahwa Omicron ataupun Covid-19 tIdak separah penyakit campak. Di mana kasus Covid-19 harus melakukan aktivitas yang berkerumun terlebih dahulu, baru terjadi penularan.
Lebih lanjut, penyakit campak dinilai lebih berbahaya karena mampu menembus sistem kekebalan seseorang. Anak yang terkena campak bisa mengalami komplikasi mulai dari kebutaan, gizi buruk, radang otak, bahkan kematian. Menurutnya lebih mengerikan terkena campak, dibandingkan Covid-19.
"Kalau Campak ini ada yang meninggal misterius itu di Papua (dulu) itu jadi kita lebih takut. Jadi kita lebih takut campak, kalau Covid-19 itu belum ada temuan dia bikin lupa terhadap daya kebal," papar dr. Anggraini.
(Vivin Lizetha)