Serunya Masak Bareng Chef Jebolan MCI dan Food Influencer di Aussie Meat Battle

Karina Asta Widara , Jurnalis
Jum'at 20 Januari 2023 19:59 WIB
Foto: Dok MPI
Share :

JAKARTA - Keseruan Aussie Meat Battle dari Aussie beef and lamb the taste of Australia yang merupakan event ke tiga yang diselenggarakan oleh MNC Portal Indonesia bersama Meat & Livestock Australia (MLA) kembali digelar di TheFoodhall Grand Indonesia pada Jumat (20/01/2023).

Ajang lomba masak olahan daging Australia ini kembali menghadirkan chef jebolan MasterChef Indonesia yang didampingi influencer food ternama yang dibagi menjadi tiga kelompok. 

Kelompok pertama adalah Putri Ufi (MCI 8) dan Rion Deniro (Food Content Creator), kelompok kedua Jordhi Latif (MCI 6) dan Catherine Jessica (Food Content Creator) dan kelompok ketiga Amelia Chuatan (MCI 6) dan Ivory Jeovanna (Food Content Creator).

Sore itu, para chef muda dan berbakat ini ditantang untuk memasak Mongolian Beef yang merupakan hidangan khas Taiwan dengan menggunakan daging sapi Australia yang dikenal empuk dan memiliki banyak gizi.

Keseruan pada lomba kali ini tak hanya tantangan memasak saja, namun sebelum memasak dimulai, para peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk berbelanja bumbu dan bahan utama, daging Sapi Australia. Setelah 15 menit berlalu, para peserta mulai sibuk mengolah semua jenis bumbu untuk memasak Mongolian Beef dan diberikan waktu selama 45 menit.

 

Chef Stefu Santoso / Foto: Dok MPI/Karina Asta

Chef Stefu Santoso yang merupakan juri dalam lomba kali ini mengatakan, pemilihan menu Mongolian Beef disesuaikan dengan Hari Raya Imlek yang jatuh pada 22 Januari 2023. Tak hanya itu, dalam event kali ini juga ingin memberikan pengalaman memasak dan awarenes tentang Australian Beef kepada masyarakat, bahwa Australian Beef mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh dan bisa dimasak tidak hanya oleh chef profesional, tapi siapapun bisa.

"Mankanya hari ini diselenggarakan ajang memasak ada content creator, ada yang chef jadi mereka saling bekerja sama, jadi lebih kepada fun cooking tapi juga ada challenge nya, karena kuncinya adalah mengajarkan orang bagaimana memilih daging yang benar untuk satu jenis masakan tertentu," katanya.

Ia juga mengatakan jika makanan khas Taiwan ini biasanya menggunakan daging sapi bagian bawah dekat perut, namun kini sudah banyak juga yang menggunakan potongan daging lainnya seperti tenderloin, sirloin atau jenis potongan daging lainnya.

"Rasa dari Mongolian Beef sendiri ada sedikit gurih dan manis. Tapi ada beberapa versi yang menggunakan hoisin, soya, oyster dan sugar. Jadi ada banyak versi," katanya.

Adapun kriteria dalam penjurian dalam event Aussie Meat battle kali ini antara lain segi rasa, cara presentasi, cara memasak, dan teknik memasak. 

"Rasa adalah point paling penting dalam penjurian kali ini. Rasa dominan dari Mongolian Beef ini ada gurih ada manis," tuturnya.

Waktu penjurian tiba, seluruh peserta kemudian menyiapkan plating terbaiknya di atas piring cantik yang sudah ditata sedemikian rupa. Chef Stefu sebagai juri mulai mendatangi satu persatu meja para peserta untuk mencicipi Mongolian Beef yang sudah dihidangkan di atas meja.

 

Foto: Dok MPI

Dalam Aussie Meat Battle kali ini Chef Stefu memilih Amelia Chuatan (MCI 6) dan Ivory Jeovanna (Food Content Creator) menjadi juara pertama. Namun, menurutnya seluruh peserta sudah memberikan hasil terbaiknya pada lomba kali ini.

“Team dari Amelia adalah the one and only yang saya perhatikan agak unik, karena semua udah mulai masak mereka masih marinasi dan itu bagus, karena rasa dagingnya jadi lebih testy. Kemudian di antara ketiga ini punya problem yang sama yakni temperatur dalam memasaknya belum tinggi,” ujarnya.

Christian Haryanto selaku Chief Representative Indonesia International Markets MLA mengatakan acara kali ini juga bertujuan untuk menambah pengenalan khususnya untuk customer dan masyarakat Indonesia tentang daging sapi Australia.

“Kualitas dari daging sapi Australia itu sendiri banyak customer yang memilih daging sapi Australia sebagai pilihan utama untuk sumber utama proteinnya,” katanya.

Haryanto juga mengatakan ini merupakan event ketiga yang diselenggarakan oleh MLA bersama MNC Portal Indonesia. Ia mengatakan antusiasme masyarakat juga luar biasa karena sudah mengetahui betapa pentingnya daging sapi untuk kesehatan.

“Karena kita kan tahu nutrisi dari daging sapi itu baik untuk kesehatan. Jadi kalo kita butuh zat besi, nah itu memang lebih baik konsumsi daging sapi Australia karena kandungannya lebih banyak,” katanya.

Diketahui dalam 100 gram daging merah mengandung tiga kali lebih banyak zat besi dibandingkan yang terdapat pada daging ayam dan sembilan kali lebih banyak dari daging ikan.

 

Foto: Dok MPI/Karina Asta

Sementara Amelia dan Ivori yang menjadi pemenang dalam lomba Aussie Meat Battle kali ini mengatakan rasa senangnya karena menjadi juara satu. Ia mengatakan tidak ada kesulitan dalam teknik memasak Mongolian Beef.

“Tadi yang aku pakai daging sapi Australia bagian paha jadi lebih empuk. Kesulitan nggak terlalu, cuma tadi karena jumlah daging yang dimasak kebanyakan yang harusnya kita bagi dua batch jadi langsung kita masak semua,” katanya.

Meski sebelumnya belum pernah memasak Mongolian Beef ini, Amelia juga mengaku dengan memasak masakan khas Taiwan ini juga menambah pengetahuan baru soal memasak daging sapi Australia. 

(Fitria Dwi Astuti )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya