KEELOKAN ragam batik gaya Surakarta disajikan dengan cara yang tak biasa lewat pegelaran Sandhi Swara di Pendapa Balaikota Surakarta, beberapa waktu lalu.
Keindahan motif-motif batik dipamerkan dengan rangkaian lampu sorot, pentas tari dan berbagai genre musik.
Tim Penyusun Sandhi Swara, Muhammad Fajar mengatakan, pihaknya sengaja ingin menghadirkan sebuah seni pertunjukan berbeda dalam gelaran kali ini.
Keelokan ragam batik gaya Surakarta dieksplor dalam berbagai seni terapan berbeda. Mulai dari musik yang memadukan musik tradisi gamelan dengan musik klasik barat hingga pertunjukan seni tari kontemporer.
"Batik-batik gaya Surakarta seperti Kawung, Parang, Sido Mukti, dan lainnya ini dipadukan dengan intermedia. Ini dirancang untuk memicu karya baru di Solo. Apa lagi dengan bentuk-bentuk seperti ini," katanya.
Sajian seperti ini diharapkan Fajar mampu mengajak anak muda untuk melakukan berbagai pembaharuan dalam dunia seni.
Selain itu, juga diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi pariwisata di Solo.
"Persiapan tata cahaya tiga bulan lebih awal, musik dan tarinya sebulan awal. Harapannya lewat sandhi swara ini bisa memberikan dampak baik bagi dunia seni dan mendongkrak ekonomi pariwisata di Solo," tutupnya.
(Vivin Lizetha)