BANYAK orang yang melakukan perjalanan ke Everest Basecamp setiap tahunnya. Sebagian besar ialah anak muda dengan tujuan untuk menikmati pemandangan dramatis dan meluangkan waktu, sekalipun melakukan perjalanan berhari-hari lamanya.
Begitu pun dengan Jane Slade. Jane menghabiskan tiga minggu perjalanan melalui Himalaya untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-60 di puncak gunung Everest.
Jane dan keluarganya melakukan perjalanan dengan Walking and Climbing Company yang menyelenggarakan perjalanan di Nepal, Bhutan, dan Tibet.
Harga untuk perjalanan Everest Base Camp 20 hari mulai dari 1.950 pound atau sekitar Rp36 juta per orang hingga tujuh orang dan mencakup semua makanan, pemandu, dan akomodasi, tidak termasuk penerbangan.
"Pemandu kami mengatur kecepatan sedang dan kami memiliki barang bawaan untuk barang yang kami angkut. Bahkan, ada saat-saat ketika kami tampak berjalan-jalan santai, seperti meditasi yang berirama, sambil bergerak," ungkap Jane menyitir Daily Mail.
''Duduk di toko roti Prancis menyesap Americano panas dan makan roti kayu manis bukanlah yang saya harapkan di ketinggian 14.400 kaki (4.400 m) di desa pegunungan Himalaya," sambungnya.
Meski sepi, tetapi banyak bendera yang berkibar seperti desa yang ia lewati dalam perjalanan. Sunyi dan dingin, salju yang berputar-putar menempel di jendela. Hanya ada beberapa toko yang menjual topi wol, kertas toilet, dan cokelat yang sudah ketinggalan zaman.
Bahkan, di ketinggian 1.300 kaki lebih rendah dari Mont Blanc di Pegunungan Alpen ini, tidak ada aliran listrik utama, tidak ada matahari, dan tidak ada cahaya.
Terlepas dari masalah kebugarannya, dan tidak ada persiapan untuk ketinggian. Jane mengaku pusing hanya dengan melihat rak es, serac (kolom es glasial) dan tirai vertikal jalur longsoran salju.