Bahkan, tidak sedikit pula yang langsung memberikan anak antibiotik yang tidak diresepkan dokter sebagai penanganan saat anak sakit.
"Masyarakat kita itu, cepat sekali beri minum obat ke anaknya. Jadi, anak sakit sedikit, langsung minum obat, langsung kasih antibiotik yang sudah dijual bebas,” tegasnya.
Selain penggunaan obat, dr. Piprim juga menjelaskan ada dua kecurigaan lain yang dikaitkan dengan penyakit gangguan ginjal akut. Pertama yakni sebagai efek Covid-19 yang biasa dikenal dengan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C), walau kecurigaan ini bisa dibantah oleh beberapa data yang dikantongi IDAI.
Misalnya dengan melihat banyak pasien yang hasil PCR nya menunjukkan hasil negatif meski beberapa lainnya punya antibodi Covid-19 di dalam tubuhnya. Sedangkan kecurigaan berikutnya adalah akibat infeksi lain.
BACA JUGA:Menkes Budi: Utamakan Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri
BACA JUGA:Waspada Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes: Anak yang Air Seninya Sedikit Harus Dibawa ke RS
(Rizky Pradita Ananda)