Fenomena Gangguan Ginjal Akut Anak, IDAI Curigai Obat Batuk Sirup Jadi Penyebab

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 18 Oktober 2022 14:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Share :

MESKI sudah sekitar 152 anak terkena, dan 25 anak di DKI meninggal dunia akibat gangguan ginjal akut. Sampai saat ini, penyebab dari fenomena gangguan ginjal akut yang menyerang anak-anak di Indonesia belum diketahui secara pasti.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian soal penyebab gangguan ginjal akut. Meski demikian, sempat ada beberapa dugaan penyebab, salah satunya penggunaan obat paracetamol sirup.

"Kami juga sempat mencurigai bahwa gangguan ginjal akut ini, disebabkan oleh obat paracetamol sirup atau obat batuk sirup, seperti yang terjadi di Gambia, Afrika," terang dr. Piprim dalam webinar daring, Selasa (18/10/2022).

Berangkat dari kecurigaan tersebut, ia meminta kepada semua orang tua untuk sebisa mungkin menghindari terlebih dahulu penggunaan obat paracetamol sirup, sampai benar-benar bisa diketahui kepastian penyebab gangguan ginjal akut tersebut.

Dokter Piprim mengungkapkan, tak bisa ditampik memang nyatanya di luaran sana masih banyak orang tua yang begitu mudah memberikan obat ke anak, padahal anak hanya mengalami misalnya demam.

Bahkan, tidak sedikit pula yang langsung memberikan anak antibiotik yang tidak diresepkan dokter sebagai penanganan saat anak sakit.

"Masyarakat kita itu, cepat sekali beri minum obat ke anaknya. Jadi, anak sakit sedikit, langsung minum obat, langsung kasih antibiotik yang sudah dijual bebas,” tegasnya.

Selain penggunaan obat, dr. Piprim juga menjelaskan ada dua kecurigaan lain yang dikaitkan dengan penyakit gangguan ginjal akut. Pertama yakni sebagai efek Covid-19 yang biasa dikenal dengan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C), walau kecurigaan ini bisa dibantah oleh beberapa data yang dikantongi IDAI.

Misalnya dengan melihat banyak pasien yang hasil PCR nya menunjukkan hasil negatif meski beberapa lainnya punya antibodi Covid-19 di dalam tubuhnya. Sedangkan kecurigaan berikutnya adalah akibat infeksi lain.

 BACA JUGA:Menkes Budi: Utamakan Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri

BACA JUGA:Waspada Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes: Anak yang Air Seninya Sedikit Harus Dibawa ke RS

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya