Mercado Culinario Indonesio, Ragam Kuliner Khas Indonesia Meriahkan Musim Gugur di Portugal

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 17 Oktober 2022 07:52 WIB
Mercado Culinario Indonesio, (Foto: KBRI Lisabon)
Share :

SUKSESNYA gelaran Mercado Culinário Indonésio di bulan Juni lalu, membuat KBRI Lisabon kembali menyelenggarakan festival kuliner, Mercado Culinário Indonésio untuk kedua kalinya di tahun ini, tepatnya di bulan Oktober 2022.

Mercado kali ini diselenggarakan di tengah musim gugur di Portugal dan merupakan ajang memenuhi kerinduan diaspora Indonesia mau pun masyarakat Portugis atas kuliner Indonesia. Mercado Culinário Indonésio, yang dalam bahasa Portugis memiliki arti “Pasar Kuliner Indonesia” ini bertujuan untuk mempromosikan kekayaan kuliner serta produk Indonesia di Portugal.

Festival kuliner ini sendiri bertepatan dengan misi Duta Besar LBBP RI untuk Portugal, Rudy Alfonso, yang ingin mempromosikan citra positif Indonesia di Portugal.

“Saya yakin dukungan citra positif Indonesia di sisi kuliner akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi Indonesia dan Portugal,” ujar Dubes Rudy dalam sambutannya.

Beliau menambahkan, ia berharap masakan tradisional Indonesia di negara yang terkenal akan permainan sepak bolanya itu bisa semakin berkembang luas. Ia merasa senang, melihat masyarakat Portugis suka dengan makanan asli Indonesia.

(Rudy Alfonso, Foto: KBRI Lisabon)

“Saya senang semakin banyak orang Portugis yang suka masakan Indonesia. Nah, kita mengharapkan juga semakin banyak pula diaspora Indonesia yang membuka restoran di Portugal],” imbuhnya.

Tak disangka-sangka, cuaca selama acara berlangsung sangat bersahabat. Walaupun temperatur kota Lisabon sudah sejuk, hal ini tidak menggoyahkan semangat para pengunjung untuk merasakan kuliner Indonesia loh!

Diketahui lebih lanjut, ada sebanyak 500 orang yang memadati halaman belakang KBRI Lisabon dan sibuk memilih ragam kudapan khas Nusantara yang ingin dicicipi.

Ada sekitar 40 jenis makanan yang dijual, mulai dari menu favorit sate ayam, nasi goreng, mi goreng, bakso, bubur ayam, rendang, siomay, nasi kuning, ayam woku, aneka lumpia, hingga beragam gorengan dan jajanan pasar.

 (Foto: KBRI Lisabon)

Dari sekian banyak makanan khas Indonesia yang ada, ternyata sate ayam dengan lebih dari 1000 tusuk yang habis terjual sebelum acara selesai tetap menjadi bintang utamanya.

Festival kuliner Mercado Culinário Indonésio (MCI) semakin bertambah seru, karena bukan hanya menyajikan kuliner, kali ini KBRI Lisabon menerima partisipasi stand agen perjalanan Travelutions yang menyediakan paket-paket wisata ke Indonesia.

Selain itu, Emirates sebagai salah satu maskapai internasional yang memiliki rute penerbangan (dengan satu kali transit) Lisabon – Jakarta dan Lisabon – Bali, juga ikut berpartisipasi dalam MCI.

“Banyak pengunjung yang menanyakan tentang Indonesia, khususnya setelah perbatasan dibuka dan masuknya paspor Portugal dalam daftar Visa on Arrival di Indonesia. Emirates menyambut baik keikutsertaan Emirates dalam MCI karena bersamaan dengan minat pasar dan traffic yang kuat ke Indonesia, khususnya Bali,” kata Ana Paula dari Emirates di sela-sela acara.

Keseruannya belum sampai di situ, karena para pengunjung yang ingin mencoba pijat refleksi Indonesia, pengunjung juga dapat menikmati jasa pijat di stand Swans Spa & Message selama sepuluh menit.

Di samping mencicipi gastronomi nasional Indonesia, ajang MCI juga digunakan untuk promosi kebudayaan seperti musik dan tarian tradisional. Salah satu musik yang ditampilkan adalah lagu ‘Indonesia Pusaka’ oleh João Oliveira, alumni beasiswa BSBI dan peserta kelas bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI.

 (Foto: KBRI Lisabon)

Selain itu, pengunjung juga dibuat terbuai oleh alunan permainan nada Gender Bali oleh Vanessa, alumni Darmasiswa ISI Denpasar. Sedangkan untuk seni tari, ada Grup Citraloka Dance berhasil memukau pengunjung dengan penampilan tari Topeng Keras Bali. Pengunjung juga memanfaatkan momen usai penampilan untuk foto bersama penari yang masih mengenakan kostum tradisional.

Semakin menambah semarak hiburan, KBRI mengadakan perlombaan karaoke yang diperuntukkan bagi diaspora Indonesia. Inilah yang otomatis membuat para pengunjung ikut bergoyang heboh.

“Seru sekali bisa berkumpul dengan sesama WNI sambil bernyanyi bersama,” tutur ibu Yohana, WNI yang kini menetap di Algarve dan rela menempuh perjalanan sejauh 250 km untuk datang ke MCI.

Melihat animo pengunjung yang bahkan jumlahnya meningkat dibanding penyelenggaraan Mercado sebelumnya, KBRI optimis bahwa acara MCI diterima dengan baik oleh masyarakat di Portugal.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya