Bagi mereka yang menghabiskan masa muda di era awal 2000, Cokelat merupakan band yang bertumbuh bersama mereka. Keluarnya Kikan dan Ervin dari Cokelat rupanya menimbulkan kerinduan di benak para penggemar. Synchronize Fest 2022 pun berhasil membuat para penggemar Cokelat di era itu dapat bernostalgia dengan menghadirkan band tersebut dalam formasi awal mereka, dengan Kikan pada vokal dan Ervin pada drum setelah 12 tahun lamanya terpisah.
Cokelat tampil membawakan sejumlah lagu, di antaranya ‘Napsu’, ‘Pergi’, ‘Luka Lama’, ‘Jauh’, hingga ‘Karma’. Namun tak hanya tampil, Cokelat juga membagikan kisah di balik apa yang terjadi pada mereka selama 12 tahun ke belakang melalui sebuah video yang telah direkam sebelumnya dan ditampilkan di layar panggung. Kisah mengharukan itu merangkum alasan Kikan dan Ervin hengkang dari grup pada 2010 hingga bagaimana hubungan mereka selama belasan tahun ini.
Berkaraoke yang Penuh Kejutan
Berkaraoke yang digawangi oleh Oomleo, Angga Nggok, dan Gilang Gombloh menjadi sajian yang tak kalah seru di penghujung malam. Mereka tampil di District Stage sebagai penutup di hari kedua Synchronize Fest 2022. Tak hanya menonton, para penonton yang memadati panggung tersebut diajak terlibat dengan bernyanyi bersama dari lagu-lagu yang tentunya tak asing di telinga. Kehadiran Iqbaal Ramadhan, Ardhito Pramono, dan Indra Frimawan, hingga Young Lex menjadi kejutan tersendiri dari panggung tersebut.
Penutup Meriah dari Dipha Barus bersama Bahana Bintang
Dipha Barus Bersama Bahana Bintang menjadi penampil penutup di Lake Stage pada gelaran hari kedua Synchronize Fest 2022. Dalam panggungnya kali ini, Dipha Barus mengajak serta sejumlah artis dan musisi lain sebagai kolaborator. Mereka adalah Ramengvrl, Monica Karina, Kallula, Faye Risakotta, Matter Mos, A. Nayaka, dan para anggota podcast RAPOT. Selain itu, yang spesial dari panggung itu adalah kolaborasi dengan Herman Barus, kibordis yang sempat mencuri perhatian di internet beberapa waktu lalu.
Penampilan Dipha Barus bersama Bahana Bintang turut menemani para penonton melewati tengah malam, artinya menutup hari Sabtunya dan menjelang hari Minggu bersama-sama. Ada sejumlah lagu yang dimainkan oleh Dipha Barus pada malam hari itu. Variasi lagu yang dipilih pun cenderung luas dan beragam, mulai dari lagu-lagu pop Indonesia sebut saja ‘Sinaran’, ‘Bento’, dan ‘Salah’, pop mancanegara misalnya ‘That’s What I Like’ dan ‘Bang Bang’, hingga lagu dangdut, misalnya ‘Mirasantika’.
(Karina Asta Widara )