Nuke mengatakan, salah satu faktor penyebab hustle culture adalah toxic positivity, di mana seseorang punya tujuan sendiri untuk menjadi sukses.
"Ada orang yang mau sukses biar dilihat orang, ada yang karena generasi sandwich, maksudnya tulang punggung keluarga, mereka bekerja untuk memiliki tambahan uang, dan ada juga yang untuk menutupi utang karena membeli kebutuhan demi gaya hidup," tuturnya.
Beruntungnya, hustle culture ini bisa dihindari, salah satunya adalah dengan mengontrol diri dan melihat kapasitas diri
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Kenapa Hustle Culture Ngetren di Generasi Muda?
"Kalau merasa lelah jangan dipaksa. Sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Kerjakan pekerjaan sesuai porsi tubuh kita. Kalau capek ya istirahat dulu ambil libur. Karena kadang orang yang terlalu ambisius justru nggak dapat apa-apa," imbuhnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)