AKSI dugaan catcalling atau pelecehan seksual dialami oleh seorang wisatawan cantik saat berlibur ke Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengakuannya diunggah melalui platform TikTok hingga viral di media sosial.
Catcalling merupakan pelecehan melalui ekspresi verbal seperti siulan, suara kecupan, dan gestur main mata dengan tujuan untuk mendominasi dan membuat korban merasa tidak nyaman.
Terkait insiden pelecehan ini, Dinas Pariwisata NTB baru akan mendalami di mana lokasi persis kejadian pelecehan tersebut.
"Kita sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pariwisata untuk memastikan kebenaran informasi, berikut kronologis kejadian terhadap apa yang di unggah melalui video," ungkap Kadispar NTB, Yusron Hadi, seperti dilansir dari Antara.
Pihaknya bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kata Yusron, akan menelusuri kebenaran peristiwa tersebut karena dalam unggahan-nya tidak jelas lokus kejadiannya, kemudian dengan siapa orang yang melakukan hal tersebut.
"Ini kan perlu kita dalami, kronologinya bagaimana dan sebagainya. Bila betul kejadiannya jelas di mana lokus dan pelakunya, ya tentu kita merasa prihatin dan harus mendorong diambil tindakan tegas sesuai ketentuan oleh pihak yang memiliki kewenangan," katanya.
Namun demikian lanjutnya, bila berita atau informasi tersebut tidak benar. Yusron mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut.