Zat ini juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada orang dengan penyakit asma dan anak-anak. Bahkan, sulfur dioksida juga bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti serangan asma, sakit kepala dan mual pada orang yang rentan.
Banyaknya makanan yang mengandung zat aditif membuat konsumen harus sangat teliti. Terutama terhadap makanan dalam kemasan, makanan olahan dan makanan yang diproses.
Sebenarnya, makanan berpengawet yang dijual di supermarket sudah melewati tes keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia. Namun, mengingat beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap zat aditif, sehingga perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan berpengawet, seperti saus dan kecap.
Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari dampak buruk zat aditif, seperti sulfur dioksida dan asam benzoat adalah dengan teliti membaca kandungan yang tertera pada label kemasan atau dengan kata lain, memang menghindari faktor yang menjadi pemicunya.
Selain itu, bisa temui dokter untuk melakukan tes alergi bila Anda merasa memiliki alergi terhadap kedua zat aditif tersebut. Sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sedini dan setepat mungkin. Demikian sebagaimana dihimpun dari Halodoc, Jumat, (9/9/2022).
(Rizky Pradita Ananda)